<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9514840</id><updated>2011-04-21T12:46:12.252-07:00</updated><title type='text'>Padhang mBulan</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://padhangmbulan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9514840/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padhangmbulan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>faqr</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13346586766968103678</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>1</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9514840.post-110248514510377309</id><published>2004-12-07T21:51:00.000-08:00</published><updated>2004-12-07T22:01:52.886-08:00</updated><title type='text'>PARA PEMIMPIN, BERGABUNGLAH KE BANGSA INDONESIA</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;(Renungan 7 hari Bom Kuningan, Emha Ainun Nadjib) &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;( 1 )&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Bagi semua korban peledakan bom Kuningan, 9 September 2004, Allah mengampuni segala dosa mereka, menerima segala amal baik mereka, serta menyediakan rumah cahaya dan derajat tinggi di komplek sorgaNya. Bagi semua keluarga yang mereka tinggalkan, semoga Allah menggantikan duka kesedihan mereka dengan kekuatan batin, ketenteraman hati, kebesaran jiwa, serta limpahan rizqi yang berasal dari langit kasih sayangNya - ditambah rizqi yang diambilkan dari jatah rizqi yang semula diperuntukkan bagi para peledak bom. Bagi anak istri para perancang dan pelaku pemboman, jika mereka lelaki, jika para anak istri itu tidak menyetujui apa yang dilakukan oleh suami mereka - maka semoga Allah melindungi mereka dari dendam orang-orang yang dendam kepada mereka. Semoga Allah membentengi mereka dari bencana hidup yang disebabkan oleh kedhaliman bapak dan suami mereka. Semoga anak-anak para perancang dan pelaku pemboman, akan dibimbing oleh Allah sehingga kelak bangkit menjadi pejuang-pejuang anti pemboman, yang gagah berani melawan segala jenis penghancuran atas kemanusiaan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;( 2 )&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Kalau kalian melakukan pemboman ini disebabkan oleh penderitaan yang diakibatkan oleh suatu kekuatan dan kekuasan besar yang memperlakukan kalian secara sangat tidak adil; atau disebabkan oleh penindasan atas eksistensi hidup kalian; serta disebabkan oleh penghinaan terhadap hakekat pilihan hidup kalian - maka formula perlawanan yang kalian pilih dengan peledakan bom ini sudah, sedang dan akan menjadi bumerang yang menjadikan hidup kalian lebih menderita. Kalian telah menciptakan penderitaan total bagi sesama saudara-saudara kalian sendiri sesama orang tertindas. Kalian telah mengucurkan airmata darah saudara-saudara kalian sendiri, sekaligus telah menciptakan penderitaan dan rasa tersiksa abadi atas anggota keluarga kalian sendiri, beserta sanak famili dan handai tolan kalian. Kalian telah mempersembahkan alasan dan landasan yang sangat kuat bagi para pemilik kekuatan dan kekuasaan dunia untuk terus menindas kalian, untuk memperhinakan kalian ke seluruh muka bumi, serta menatap segala perangkat maintenance sejarah untuk memastikan kematian kelian semua. Kalian telah menjebak ratusan juta saudara-saudara kalian sendiri yang sekeyakinan ke dalam kurungan sejarah yang penuh penderitaan dan tuduhan-tuduhan. Kalian telah memenjarakan ratusan juta saudara-saudara kalian sendiri untuk kehilangan kepercayaan diri, bahkan kehilangan keyakinan atas prinsip-prinsip hidup, untuk luntur iman dan taqwanya. Kalian telah memperosokkan ratusan juta saudara-saudara kalian sendiri ke dalam situasi kegelapan yang membuat mereka kehilangan daya juang dan optimisme hidup. Kalian telah memutuskan milyaran serabut-serabut tali silaturahmi keummatan dan persaudaraan kemanusiaan. Kalian telah membuat ratusan juta orang saling curiga, saling menuduh, saling memfitnah, serta saling mengutuk. Kalian telah membuat ratusan juta saudara-saudara kalian mandeg perjalanan sejarahnya ke masa depan. Berjalan di tempat dan hanya mengisi hari-harinya dengan kecurigaan dan pertengkaran. Kalian mungkin yakin bahwa kalian sedang memperjuangkan kebenaran, tetapi kebenaran yang kalian perjuangkan menjadi batal dan hancur karena kebenaran itu tidak kalian perjuangkan dengan kebaikan. Kebenaran tidak bisa bertahan menjadi kebenaran jika tidak ditemani oleh kebaikan. Sebagaimana kebaikan akan lumpuh sebagai kebaikan jika tak ditemani oleh kebenaran. Tidak ada tuntutan kepada kalian untuk mempersembahkan nilai hidup sampai ke tingkat keindahan: cukuplah jika kebenaran tidak kalian rusak dengan ketidak-baikan, dan kebaikan tidak kalian musnahkan melalui ketidak-benaran. Allah-lah pemilik mutlak segala kehidupan ini beserta isinya. Allah-lah yang paling marah jika ciptaanNya diperhinakan, sebagai seorang pelukis marah ketika lukisannya dirusak orang. Tetapi kalian telah memotong, menghadang, serta membatalkan irama skenario balasan Allah atas hamba-hamba yang memperhinakan ciptaan-ciptaanNya. Kalian telah mengambil alih hak Allah untuk melakukan balasan atas orang yang makar kepadaNya. Bahkan, dengan pilihan cara yang kalian lakukan, apakah tidak menyebabkan Allah mendaftarmu di golongan orang-orang yang akan dikenai oleh makar-Nya Allah. Sedangkan Allah-lah sedahsyat-dahsyat Pemakar. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;( 3 )&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Atau barangkali kalian melakukan pemboman ini sebagai bagian dari rangkaian skenario panjang penguasaan kalian atas bangsa Indonesia. Barangkali sasaran kalian bukanlah benar-benar Gedung Kedutaan itu, bukan Satpam, anak kecil dan orang-orang tak berdosa itu. Barangkali yang kalian bom sesungguhnya adalah keutuhan bangsa kami.  Adalah soliditas nasionalisme dan kebersamaan kebangsaan kami, yang kalian lunturkan. Adalah keutuhan kami, yang kalian belah-belah. Adalah kebersatuan kami, yang kalian pecah-pecah. Adalah persaudaraan kami, yang kalian permusuhkan. Adalah kemesraan nusantara kami, yang kalian cabik-cabik. Adalah kerukunan kami, yang kalian adu domba. Sehingga kami kehilangan kepercayaan kepada nasionalisme bangsa kami. Sehingga tumbuh kecemasan dan ketidakpercayaan untuk meneruskan persaudaraan sebangsa. Sehingga muncul rasa saling tidak rela antar golongan, saling tidak ikhlas antar kelompok. Sehingga masing-masing kami diam-diam akan merancang untuk saling menghancurkan dan saling memusnahkan. Sehingga kami semua mengalami kerapuhan nasional. Sehingga kemudian dengan mudah kalian akan menguasai kami. Dengan mudah kalian akan mengakali kami. Dengan gampang akan kalian rekrut saudara-saudara di antara kami sendiri untuk menjadi budakmu dan serdadumu yang kalian giring untuk menghancurkan saudara-saudaranya sendiri sebangsa dan setanah air.  Dengan gampang kalian kelabuhi cara pandang sejarah kami. Dengan gampang kalian angkat seseorang dan sekelompok di antara kami untuk engkau bonekakan di atas singgasana semu. Dengan gampang kalian akan rampok segala kekayaan bumi kami. Kalian kendalikan arah langkah kami kami. Kalian giring cara berpikir kami. Kalian hipnotis pandangan-pandangan hidup kami. ( 4 ) Jika demikian, tutuplah telinga badan kalian, bukalah telinga batin kalian. Jika demikian tutuplah mata kepala kalian, bukalah mata jiwa kalian. Dengarlah suara kesunyian yang bergaung dari relung hati dan lubuk jiwa tersembunyi bangsa Indonesia. Dengarlah dan pandanglah bahwa bangsa Indonesia tidak akan pernah benar-benar bisa kalian genggam di dalam tangan kejahatan sejarah kalian. Bangsa Indonesia tidak akan pernah sungguh-sungguh bisa kalian jajah sejauh yang kalian targetkan. Bangsa Indonesia bisa kalian kuasai di ruang tertentu dan di waktu tertentu, tapi tidak di segala ruang dan di semua waktu. Bangsa Indonesia bisa kalian taklukkan di sini, tapi tidak di sana. Bangsa Indonesia bisa kalian injak di sana, tapi tidak di sini. Bangsa Indonesia bisa kalian cengkeram di lapisan ini, tapi tidak di lapisan itu. Bangsa Indonesia bisa kalian pecundangi di segmen dan lapisan tertentu, tetapi tidak di segmen lapisan yang lain. Bangsa Indonesia memiliki daya resistensi yang tidak bisa seluruhnya bisa kalian rumuskan dengan segala jenis ilmu dan pengetahuan kalian sampai yang paling canggihpun. Bangsa Indonesia memiliki simpanan gelap daya tahan dan pola perlawanan yang tidak bisa kalian rumuskan dengan model analisis apapun. Bangsa Indonesia memiliki simpanan nyawa sejarah yang kalian tak bisa menembusnya dengan antropologi, sosiologi dan psikologi. Di dalam dada bangsa Indonesia terdapat ruang yang amat luas, yang berisi rahasia-rahasia masa depan. Krisis demi krisis melewatinya, tapi tak akan pernah benar-benar menghancurkannya. Bencana dan kedhaliman menimpanya, tapi tak akan pernah sungguh-sungguh mampu menghancurkannya. Bom-bom, teror dan penjajahan modern menembus-nembus kulit bangsa Indonesia, mengucurkan darah bangsa Indonesia, mengambil nyawa sebagian dari bangsa Indonesia, tetapi tak akan pernah sanggup benar-benar berkuasa atasnya. ( 5 ) Bangsa Indonesia sedang menyongsong cahaya dari dalam kegelapan. Bangsa Indonesia sedang menyambut kebangkitan dari tanah krisis. Bangsa Indonesia sedang berada di pucuk kerinduan akan matahari baru, matahari baru sedang bersiap memancarkan cahaya di ujung kerinduan bangsa Indonesia.  Mega dan Hasyim, Susilo Bambang Yudhoyono dan Yusuf Kalla, Wiranto dan Salahudin Wahid, Amin Rais dan Siswono Yudhohusodo, Hamzah Haz dan Agum Gumelar, Gus Dur dan Sri Sultan - serta semua yang masih diberi peluang untuk mungkin menjadi pemimpin, dengarkan: “ Kalau kalian ingin terlindas oleh sejarah, ambil Bangsa Indonesia untuk kau taruh di kantongmu. Karena kantongmu yang kecil tak bisa menampung kebesaran bangsamu. Kalau kalian ingin jaya, bergabunglah ke Bangsa Indonesia, karena bangsa Indonesia lebih besar dari kalian. “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ( #711 Sahid Hotel Jakarta ● 16 September 2004 )&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9514840-110248514510377309?l=padhangmbulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padhangmbulan.blogspot.com/feeds/110248514510377309/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9514840&amp;postID=110248514510377309' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9514840/posts/default/110248514510377309'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9514840/posts/default/110248514510377309'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padhangmbulan.blogspot.com/2004/12/para-pemimpin-bergabunglah-ke-bangsa.html' title='PARA PEMIMPIN, BERGABUNGLAH KE BANGSA INDONESIA'/><author><name>faqr</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13346586766968103678</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry></feed>
